Langsung ke konten utama

Postingan

RINDU

Hujan turun begitu deras gemuruh petir saling bersautan seperti rindu yang tak terungkapkan pada bumi yang kekeringan, sama halnya denganku yang selalu merindumu, bagiku hujan adalah luapan rindu yang selalu kutitipkan lewat doaku kepada tuhanku, untukmu. Yang kupikirkan sekarang aku ingin sekali menjelma sebagai payung, bukan karna aku kuat menahan jatuhnya hujan, namun aku ingin kamu berteduh dibawahku (hatiku). Sesekali aku juga ingin membasahi sekujur tubuhku dengan hujan, hanya terfikir ingin sekali dikhawatirkan.  Hahaha  Semakin berserakan saja ini angan-anganku tentangmu, tapi hujan sore ini telah mengajariku bahwa yang jatuh akan tumbuh yang basah akan dibahasakan. Seperti rinduku padamu. Seperti sajakku untukmu. Hai, wanitaku taukah kamu beberapa orang bilang hujan Itu adalah pembatas rindu karna mambuat jeda untuk bertemu. Namun bagiku hujan juga membantuku manyampaikan rindu yang begitu deras, rindu yang begitu dalam hingga batupun akan terlubangi dengan derasnya h...

YANG SELALU KURASAKAN

Semua cerita ini bermula dari mengenalmu, menhgarapkanmu, memperjuangkanmu, memilikimu, dan mendoakanmu. Cukup sulit dan yang pasti tidak mudah hahah Selalu ada detak kencang disetiap langkah kaki ketika kamu berjalan menghampiriku. itu yang selalu kurasakan. Dan terasa hangat ketika kita duduk bersama dengan sedikit canda, tawa saling berbicara tentang gurauan bahkan tentang masa depan. Lagi dan Itu yang selalu kurasakan. Semua karnamu, bermula darimu, dan berakhir bersamamu. Hidupku yang tadinya sederhana berubah menjadi lebih sempurna , kamu yang bisa bersikap menyenangkan dan bahkan menyebalkan dalam waktu yang bersamaan membuatku merasa selalu ingin merindukan. Terimakasih untukmu yang selalu kusayangi tanpa kerana dan tanpa tapi. Kini kamulah yang selalu menjadi intuisiku yang selalu kutuangkan dalam gambaran kertas putih dikehidupanku. Meski aku tak punya banyak warna yg kumiliki, namun aku selalu mencoba membuat dan menyempurnakan dengan warna yang kumiliki itu. Un...

MENGAWALI

delapan jam sudah setelah pesanmu tiba pesan itu hanya sesingkat “hai, lagi apa? bisa bantuin ga?”. aku selalu suka membiarkan kamu menjadi pengirim terakhir di batas malam itu. alasannya ya, agar aku punya alasan untuk boleh membuka percakapan keesokan paginya. aku tidak pernah tahu pesan pertamamu yg ku balas dg biasa saja, bisa berakhir seistimewa ini. caramu mengulik keseharianku dan menjawab pertanyaanku diam-diam membuatku merasa ditemani. sebelum terlalu mengenalmu, bagiku kamu hanyalah satu dari sekian org yg tak perlu kuketahui kehidupannya terlebih ketika melihat perbincanganmu dengan orang lain yg membuatku iri. maka, kamu tentu boleh berbangga menyadari seberapa kagetnya aku ketika kamu menyapaku di malam itu. harus ku akui, kamu cukup pandai memilih kunci sebagai tiket masuknya. di saat orang lain berusaha menarik perhatianku dengan beragam puja-puji, kamu tidak. tak perlu waktu lama, obrolan kita pun dimulai. setelahnya, tak begitu banyak obrolan panjang yg terjadi,...

NOLMU DAN SERATUSKU

Jika diibaratkan angka, kamu memulai semuanya dari angka seratus. Sementara aku beranjak dari angka nol. Di hari yg entah, semesta mengirim kamu. Kamu datang dengan warna baru, dengan lelucon menghangatkan hatiku, dg kalimat lucu nan garing pada setiap balasan chat whatsappmu, tapi aku selalu tertawa karnamu. Kamu membawa kepercayaan diri itu, bukan hanya untuk meyakinkanku agar bisa jatuh cinta lagi untuk orang yang baru, kamu juga menyisipkan potensi kalau kita bisa bersama dalam ikatan cinta. aku mulai merasakan perasaan bahagia semenjak kita dekat.  namun, ku tetap menjaganya di angka nol. aku memperingati diriku sendiri untuk tak terbuai padamu. Dan entah bagaimana, sekeras apapun aku berusaha mengabaikanmu, benteng di hatiku semakin runtuh.  Perlahan, selihai itu kah kamu yang selalu mendengar keluh kesahku, cerita burukku, rahasia terdalamku. Kamu meyakinkan bahwasanya setelah semua hubungan yg gagal di masa lalu berakhir, akan lahir hubungan yang baru. itulah alasan ...

KEONG

Pesan untuk Al, aku ingat kamu, tiba-tiba ingat saja. memintamu menjemputku. padahal aku dan kamu tau, bahwasannya tanpamu, aku bisa kemana saja. hidup itu mudah. hanya aku mencari cara, bagaimana utk menjumpaimu sesekali. kamu tau betul itu. ya kan, Al? aku saja yg merasa, atau bahkan kamu juga? hehe tujuannya cuma pulang. belum tentu menikmati tujuannya, tapi tentu perjalanannya. mgkn aku menikmati itu karena teman perjalanannya adalah kamu, entah kalau lainnya. kangen suasananya, naik motornya, perjalanannya, dan.. kamu tentu saja, Al. lucunya, aku kdg bisa ingat detail percakapan kita, atau yg kamu pakai saat itu baju warna apa. kdg aku heran dg daya ingatku tntg kamu, yg bahkan bawa uang pun aku sering lupa. hahaha aku tidak tau itu karena kenanganku, atau.. karena.. cinta. aku tahu kamu. tapi mgkn belum segalanya. aku hanya tau warna yg kamu suka. cara makanmu. minuman favoritmu. kebiasaanmu menunda-nunda. dan tentu saja, senyummu. ya. senyum...

TAKDIR DAN DIRIMU

Pada takdir yang mempertemukan kita, Terimakasih telah mempersilakanku untuk dapat singgah dan tinggal dalam ruang yang kusebut rumah. Kita adalah rentetan pesan yang saling berbalas. Kita adalah pion catur tuhan yang saling bertemu namun tidak untuk saling memakan atau bermusuhan. Kita adalah pion tuhan yang berjalan ke sebuah tujuan yang sama kamu sebagai permaisuri dan aku rajanya. Dari hal kecil hingga terbesar Aku mulai sadar akan satu hal bawasanya kita harus selalu beriringan. Aku sadar aku hidup dalam akal yang dapat menghidupkan ego dalam hati, namun kamu memberi arti bagaimana cara untuk penerimaan dalam hal mencintai. Terimakasih takdir , dan terimakasih dirimu telah hadir.

MACHA PANAS YANG BEKU

Kala itu aku menunggumu , ditepi jalan besar dengan lalu lalang kendaraan yg melewatiku. tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Hitungan menit yang terasa seperti enam puluh detik membuat mataku tertuju pada sebuah kedai kecil dipinggiran jalan. Awalnya tak kuhiraukan. Tapi tiba-tiba mengingatkanku pada sebuah catatan tentang minuman kesukaanmu , orang yang diam-diam membuatku berdialog dengan rasaku. " aku suka macha" . Iya , aku ingat sekali kalo dia suka macha. Aku tersenyum lalu aku mencoba mengunjungi kedai kecil yang tak begitu ramai pengunjung itu. tertulis macha pada daftar menu yang terletak didepan kedai. Tanpa berfikir panjang aku langsung membelinya sebagai kejutan kecil yang mungkin akan membuatnya merasa senang. aku bergegas kembali menghampiri kendaraanku yang ku tinggalkan ditepian jalan. dari macha aku berharap denganmulah aku akan mulai sebuah perjalanan. Perjalanan baru, awal baru , dengan cerita baru . Namun tiba-tiba angin bertiup lebih k...