Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #alvin #blend_coffee

MACHA PANAS YANG BEKU

Kala itu aku menunggumu , ditepi jalan besar dengan lalu lalang kendaraan yg melewatiku. tak terasa waktu begitu cepat berlalu. Hitungan menit yang terasa seperti enam puluh detik membuat mataku tertuju pada sebuah kedai kecil dipinggiran jalan. Awalnya tak kuhiraukan. Tapi tiba-tiba mengingatkanku pada sebuah catatan tentang minuman kesukaanmu , orang yang diam-diam membuatku berdialog dengan rasaku. " aku suka macha" . Iya , aku ingat sekali kalo dia suka macha. Aku tersenyum lalu aku mencoba mengunjungi kedai kecil yang tak begitu ramai pengunjung itu. tertulis macha pada daftar menu yang terletak didepan kedai. Tanpa berfikir panjang aku langsung membelinya sebagai kejutan kecil yang mungkin akan membuatnya merasa senang. aku bergegas kembali menghampiri kendaraanku yang ku tinggalkan ditepian jalan. dari macha aku berharap denganmulah aku akan mulai sebuah perjalanan. Perjalanan baru, awal baru , dengan cerita baru . Namun tiba-tiba angin bertiup lebih k...

MEMAHAMI LUKA

Tanpa luka, Aku hanya halaman usang yang membosankan. Tanpa janji yang kau ingkari. Aku hanya puisi yang tak punya makna. Kadang, demi bijak yang hebat aku memang perlu ditempa luka yang menjerat. Harus menghadapi duka yang pekat. Kita adalah rentetan kejadian yang runyam. Mencoba untuk saling memahami bahwa semua ini hanya perihal mencari . Bahwa hidup selalu mencari Sebelum akhirnya mati. Aku belajar memahami tenang, saat cemas yang tanpa kabar darimu. Aku belajar mencari jalan, saat tersesat dalam duka yang rimbun darimu. Aku belajar meminta maaf saat aku menjadi penyebab luka. Dan belajar memaafkan ketika kau menjadi penyebab luka.

PEMAHAMAN AKAN KENYATAAN

Tanpamu, aku mungkin tak dapat memahami arti maaf. Aku tak bisa membalut luka dengan cinta. Kau yang membuatku menemukan arti dari sebuah penerimaan. Dariku yang memiliki banyak kesalahan. namun tetap sibuk menyembunyikannya dalam kebenaran yang seharusnya salah. Terimakasih, telah menjerumuskanku pada pemahaman yang mendewasakan. Memaksa aku menjadi semakin bijak. Bersiap menghadapi hari esok yang masih banyak kekecewaan. Namun aku tak ingin menjadi orang yang terlalu berhati sempit, karna hati ini masih lapang untuk semua makna yang ada. Darimu aku memahami, dari semua luka yang pernah hadir,hingga aku tahu banyak tentang luka maupun melukai. Tugasku sekarang adalah menjaga diriku sehebat mungkin dari kesempatan untuk terlukai maupun melukai. Darimu aku mengerti saat aku  terjatuhkan, aku menemukan bagaimana caraku bangkit dan tersadar. Darimu aku dapat memaknai syukur. akan aku kirimkan jutaan doa untuk kebaikanmu yang tak terukur.