Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label #alvin

KEONG

Pesan untuk Al, aku ingat kamu, tiba-tiba ingat saja. memintamu menjemputku. padahal aku dan kamu tau, bahwasannya tanpamu, aku bisa kemana saja. hidup itu mudah. hanya aku mencari cara, bagaimana utk menjumpaimu sesekali. kamu tau betul itu. ya kan, Al? aku saja yg merasa, atau bahkan kamu juga? hehe tujuannya cuma pulang. belum tentu menikmati tujuannya, tapi tentu perjalanannya. mgkn aku menikmati itu karena teman perjalanannya adalah kamu, entah kalau lainnya. kangen suasananya, naik motornya, perjalanannya, dan.. kamu tentu saja, Al. lucunya, aku kdg bisa ingat detail percakapan kita, atau yg kamu pakai saat itu baju warna apa. kdg aku heran dg daya ingatku tntg kamu, yg bahkan bawa uang pun aku sering lupa. hahaha aku tidak tau itu karena kenanganku, atau.. karena.. cinta. aku tahu kamu. tapi mgkn belum segalanya. aku hanya tau warna yg kamu suka. cara makanmu. minuman favoritmu. kebiasaanmu menunda-nunda. dan tentu saja, senyummu. ya. senyum...

TAKDIR DAN DIRIMU

Pada takdir yang mempertemukan kita, Terimakasih telah mempersilakanku untuk dapat singgah dan tinggal dalam ruang yang kusebut rumah. Kita adalah rentetan pesan yang saling berbalas. Kita adalah pion catur tuhan yang saling bertemu namun tidak untuk saling memakan atau bermusuhan. Kita adalah pion tuhan yang berjalan ke sebuah tujuan yang sama kamu sebagai permaisuri dan aku rajanya. Dari hal kecil hingga terbesar Aku mulai sadar akan satu hal bawasanya kita harus selalu beriringan. Aku sadar aku hidup dalam akal yang dapat menghidupkan ego dalam hati, namun kamu memberi arti bagaimana cara untuk penerimaan dalam hal mencintai. Terimakasih takdir , dan terimakasih dirimu telah hadir.

LEMBARAN BARU

Terasa aneh, tapi percayalahh semuanya telah berlalu, dengan baik. semuanya sudah berubah, masa ke masa telah usai, aku memilih menutup buku perihal masalalu , berharap pena baruku akan menuliskan cerita dilembaran baru. Sudah terlalu lama sekali langkahku terhenti, saatnya untuk melangkah lagi, berjuang lagi, Aku yang sudah berdamai dengan diriku sendiri, aku sudah tak ingin lagi mengeluh, aku mensyukuri apa yang kumiliki saat ini, Mungkin inilah aku yang baru setelah kepergianmu. Terimakasih. Apa yang sedang aku cari dan aku butuhkan sedang menungguku didepan, semua hal itu nggak akan tercapai kalo aku masih tetap disana. Untukmu beribu-ribu maaf akan kuucapkan , mungkin nggak akan cukup,  jika itu hanya untuk sekedar meminta maaf, mungkin aku sudah berusaha sampai akhir dengan baik. Akan selalu ada doa" yang sllu terucap untukmu dan untuk kebaikan kita. Percayalah semua sudah baik-baik saja.

PADA SEBUAH REALITA

Tak perlu berusaha meyakinkan orang yang tidak yakin padamu/menyukaimu, karena, sebenar-benarnya alasan yang kau suguhkan , kami akan tetap salah didepan mereka yang tidak tepat untukmu. Seberapa sakit kamu terluka tak perlu memelas perhatian dan tak perlu mengajak orang lain untuk membenci mereka yang melukai. Mengertilah bahwa kita terlalu sibuk mengubah mata orang lain, memaksa mereka agar dapat melihat hal yang sama dengan apa yang kita lihat. Kita terlalu banyak berbicara agar mereka dapat paham dan mengerti sesuatu sebagaimana kita ingin begitu dimengerti. Lalu semua kebenaran yang kita anggap agung, bisa membawa kita kesebuah kesalahan aksi. Kita tidak cukup jika hanya berfikir benar. Bahkan kita tidak bisa dibenarkan jika terus-terusan merasa benar. kita juga harus bertindak benar. Jangan hanya otak yang pintar, namun perilaku kita juga harus pintar. Jangan biarkan hati yang terluka memberi izin pada ego untuk melukai . Jangan karena luka yang hebat membuatmu dikuasai ...