Pada takdir yang mempertemukan kita,
Terimakasih telah mempersilakanku untuk dapat singgah dan tinggal dalam ruang yang kusebut rumah.
Kita adalah rentetan pesan yang saling berbalas.
Kita adalah pion catur tuhan yang saling bertemu namun tidak untuk saling memakan atau bermusuhan.
Kita adalah pion tuhan yang berjalan ke sebuah tujuan yang sama kamu sebagai permaisuri dan aku rajanya.
Dari hal kecil hingga terbesar
Aku mulai sadar akan satu hal bawasanya kita harus selalu beriringan.
Aku sadar aku hidup dalam akal yang dapat menghidupkan ego dalam hati, namun kamu memberi arti bagaimana cara untuk penerimaan dalam hal mencintai.
Terimakasih takdir , dan terimakasih dirimu telah hadir.
Namaku Alvin aku menulis ini karena aku sadar, jika tak mampu mengungkapkan maka tuliskan. Jika tak mampu membuat bahagia, maka belajarlah tidak membuat luka.
Komentar
Posting Komentar