Tak perlu berusaha meyakinkan orang yang tidak yakin padamu/menyukaimu, karena, sebenar-benarnya alasan yang kau suguhkan , kami akan tetap salah didepan mereka yang tidak tepat untukmu.
Seberapa sakit kamu terluka tak perlu memelas perhatian dan tak perlu mengajak orang lain untuk membenci mereka yang melukai.
Mengertilah bahwa kita terlalu sibuk mengubah mata orang lain, memaksa mereka agar dapat melihat hal yang sama dengan apa yang kita lihat.
Kita terlalu banyak berbicara agar mereka dapat paham dan mengerti sesuatu sebagaimana kita ingin begitu dimengerti.
Lalu semua kebenaran yang kita anggap agung, bisa membawa kita kesebuah kesalahan aksi.
Kita tidak cukup jika hanya berfikir benar. Bahkan kita tidak bisa dibenarkan jika terus-terusan merasa benar.
kita juga harus bertindak benar.
Jangan hanya otak yang pintar, namun perilaku kita juga harus pintar.
Jangan biarkan hati yang terluka memberi izin pada ego untuk melukai .
Jangan karena luka yang hebat membuatmu dikuasai dendam yang juga hebat.
Kini kau terluka dan hancur lalu membenci sang pelaku.
Saat kau hebat dan bijak kau masih saja membencinya, tidakkah kau malu?
Komentar
Posting Komentar