Tanpa luka,
Aku hanya halaman usang yang membosankan.
Tanpa janji yang kau ingkari.
Aku hanya puisi yang tak punya makna.
Kadang, demi bijak yang hebat aku memang perlu ditempa luka yang menjerat.
Harus menghadapi duka yang pekat.
Kita adalah rentetan kejadian yang runyam.
Mencoba untuk saling memahami bahwa semua ini hanya perihal mencari . Bahwa hidup selalu mencari Sebelum akhirnya mati.
Aku belajar memahami tenang, saat cemas yang tanpa kabar darimu.
Aku belajar mencari jalan, saat tersesat dalam duka yang rimbun darimu.
Aku belajar meminta maaf saat aku menjadi penyebab luka.
Dan belajar memaafkan ketika kau menjadi penyebab luka.
Namaku Alvin aku menulis ini karena aku sadar, jika tak mampu mengungkapkan maka tuliskan. Jika tak mampu membuat bahagia, maka belajarlah tidak membuat luka.
Komentar
Posting Komentar